Warna-warni Dunia Bicara

Blog punya Winda

Antara Aku Sebagai Aku, Istri dan Ibu 18 October 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 10:52 am

Sekarang aku bukanlah hanya seorang istri tetapi juga merangkap menjadi seorang ibu dari satu anak, dan sebagai pegawai juga. Setiap hari yang aku rasakan adalah berjibaku dengan memenuhi kewajiban sebagai ketiga fungsi tersebut. Dalam pelaksanaannya perlu keseimbangan jiwa, tenaga dan perhatian. Dan itu semua sangatlah tidak mudah, karena 24 jam sehari rasanya kurang untuk menjalankan kondisi terbaik yang aku inginkan.

Sebelum berangkat ke kantor, pastinya harus mengurus suami dan anak terlebih dahulu, mulai menyiapkan sarapan suami, mencuci baju anak kemudian memandikannya dan menyusuinya, baru menyiapkan diri untuk pergi ke kantor. Setiap pergi ke kantor, selalu merasa sedih ketika harus meninggalkan si kecil dirumah selama hampir 10 jam walau bersama eyang-eyangnya. Rasanya ingin setiap saat berada disisinya untuk melihat setiap detik perkembangannya.

Harus menjadi Super Mom untuk menjalankan ketiga fungsi ini secara bersamaan dan kuncinya adalah managemen waktu (sekarang masih belajar untuk bisa memanage waktu dengan baik karena seringnya sih keteteran). Setelah membaca artikel-artikel, ketemulah tips untuk perempuan pekerja agar bisa balance untuk menjalankan ketiga fungsi ini, antara lain adalah  :

Gunakan waktu untuk kegiatan yang berkualitas, Diantara waktu yang 24 jam dan harus dibagi bagi itu, manfaatkan secara optimal. Jika sedang di kantor kerjakanlah pekerjaan seefisien dan seefektif mungkin, sehingga sebisa mungkin tidak membawa pekerjaan ke rumah. Di rumah luangkan waktu dengan anak dan suami dengan kegiatan yang berkualitas. (walau belum bisa sepenuhnya untuk anak dan suami karena masih harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya…maklum gak ada khadimat..)

Jalin komunikasi yang hangat antar anggota keluarga, beritahukan kemana akan pergi hari ini kepada anggota keluarga, sehingga kalau ada sesuatu mudah untuk dihubungi, beruntunglah sekarang sudah ada telepon genggam yang gampang dibawa kemana mana.

Perhatikan kebutuhan anggota keluarga, kebutuhan anak seperti memandikan, menyiapkan pakaiannya, susu dan makanannya, dan kebutuhan suami seperti sarapannya, bekalnya (suamiku senang masakan rumah) dan kebutuhan eyang-eyangnya dalam mengasuh cucunya (terimakasih dan maaf merepotkan bapak ibu :-) ).

Jaga kesehatan dan stamina, karena pastinya waktu tidur akan berkurang (berusaha tidur berkualitas), tenaga ekstra mau tidak mau pasti akan terkuras. Bagaimanapun harus meluangkan waktu untuk istirahat, tidur dan memanjakan diri sendiri.

Sabar, ikhlas … hal itu yang menjadikan aku kuat selama ini, aku niatkan hal ini sebagai ibadah, walau sering juga menangis dan mengeluh sih hehehe… setiap hari harus terus belajar…bismillah :-)

 

Idul Fitri 2011 26 August 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 1:31 pm

Gak terasa beberapa hari lagi menjelang Idul Fitri, suasana di kampus hari ini sungguh sepi, tapi belum boleh pulang nih. Sambil dengerin lagu-lagu lawas, mencoba untuk instropeksi Ramadhan tahun ini. Ramadhan tahun ini, tidak lebih baik dari tahun lalu. Punya bayi 3 bulan, ternyata tidaklah mudah bagiku untuk memaksimalkan ibadahku. Tahajud dan tadarus pun seringnya tidak. Astagfirullah. Manajemen waktuku yang tidak baik, seharusnya bayi 3 bulan bukan alasan untuk tidak memaksimalkan ibadah. Tapi ya sudahlah, penyesalah selalu datang terlambat. Di beberapa hari ke depan, disisa ramadhan ini aku ingin berusaha lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

Mohon Maaf Lahir Batin
Taqabbalallahu minna waminkum
Shiyamana wa shiyamakum
Minal ‘Aidin Wal Faidzin

 

Ahmad Zein Maliki 12 August 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 3:29 pm

Ahmad Zein Maliki adalah nama anak pertamaku yang terlahir kedunia ini pada tanggal 4 Mei 2011. Seringkali orang bertanya mengapa mengambil nama ini. Sebenarnya ini nama pilihan ayahnya, aku sebagai mamahnya hanya menyumbang kata ‘Maliki.

Arti nama anakku adalah :
- Ahmad adalah salah satu nama Rasul,
- Zein artinya bagus, baik, karena kami ingin anak kami baik dan bagus segala-galanya
- Maliki adalah nama belakang seorang ulama dari mekah, kami berharap dia akan berilmu tinggi dan sholeh.

Sekarang Zein, panggilan sayang kami, sudah berusia 3 bulan 1 minggu. Dia sudah sering mengoceh, minggir-minggir, dan sudah dapat mengangkat kepalanya.

Sekarang perhatianku sepenuhnya buat Zein, untuk ayahnya ehm…sedikit berkurang..(maaf ya ayah). Setiap kali berada dikantor, rasanya ingin cepat-cepat pulang dan bermain bersamanya. Jikalau bukan karena banyak pertimbangan, aku ingin menjadi ibu rumah tangga biasa, yang hanya fokus mengurus anaknya sebaik mungkin.

Banyak harapan dan doa yang kami tujukan untuk Zein. Semoga aku dan suami bisa menjadi orang tua yang dapat diteladani oleh Zein, sehingga Zein menjadi anak yang sholeh, sehat, pintar, berkah, selalu disayangi dan menyayangi Alloh, dan dimudahkan perjalanan hidupnya. Amin.

 

Detik-detik Penantian 10 August 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 3:46 pm

Saat memasuki usia kehamilan 40 minggu, rasanya sudah berat sekali perut ini. Nafas pun sudah terengah-engah. Setelah beberapa kali SC gagal, akhirnya hati kecil mencoba menenangkan diri dan bertekad bahwa aku harus berani dan pasti bisa untuk mencoba melahirkan normal, walau vonis SC sudah ku dapat dari beberapa bidan dan dokter. Aku ingin merasakan perjuangan melahirkan alami.

Pada tanggal 3 Mei 2011, perut sudah terasa tidak nyaman apalagi perut bagian bawah. Makin siang makin tidak nyaman. Untuk menghilangkan ketidaknyamanan aku berusaha untuk tidur. Ketidaknyamanan ini semakin terasa lagi selepas magrib. Aku hitung interval nyerinya, 3 menit sekali. Masih ngobrol berdua dengan suami, sampai pukul 21.15 WIB, aku bangun dari tempat tidur, langsung terasa ada cairan yang mengucur terus dan tak bisa ditahan, aku cuma bengong dengan mimik kaget, dan suamiku bilang ini dah saatnya. Berusaha menenangkan diri, akupun diantar suami dan mertuaku ke RSIA Zahirah Jakarta Selatan. Begitu sampai, langsung masuk ruang bersalin. Setelah diperiksa yang keluar memang air ketuban tetapi pembukaan baru bukaan 2. Sampai pukul 03.00 WIB bukaan sudah sampai bukaan 5. Mulas banget rasanya. Hampir putus asa, tapi suami tetep memberi semangat. Akhirnya sampai pukul 06.00 WIB, bukaan masih saja 5, air ketuban sudah kering dan dedek bayi sudah mengeluarkan kotoran, Ya Allah, selamatkan anakku, doaku dalam hati.

Akhirnya suamiku menandatangani persetujuan untuk SC. Jam 07.30 WIB aku masuk ruang operasi, dan pukul 08.05 WIB, anakku lahir dengan selamat. Alhamdulillah, dzikirpun mengalir dalam hati, air matapun tak terasa sedikit mengalir, setelah berkali-kali gagal SC akhirnya anakku lahir juga pada waktunya, walau dengan SC.

 

Kontraksi Prematur 21 March 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 11:43 am

Minggu lalu, tepatnya hari selasa tanggal 15 Maret 2011, perut aku terasa kencang banget. Biasanya itu berlangsung sore sampe malam hari, itu pun sebentar saja, setelah dielus-elus biasanya lunak lagi. Tapi hari itu dari pagi terasa kencang, dan makin menjadi setelah siang hari. Terus menerus sampai perut terasa mau meledak, seperti balon yang terlalu banyak gasnya. Sakit sekali. Buru-buru aku pulang ke rumah, setelah sampai rumah aku istirahat sekitar 30 menit. Tapi perutku tidak kunjung membaik, saking khawatirnya aku memutuskan untuk kontrol ke dokter, berangkatlah aku pukul 18.30 wib.

Dokter kaget setelah periksa perut ku, iyah ini kenceng banget, dari kapan? Aku cerita dari kemarin malam sudah terasa. Dokter lalu bilang, jangan sampai ini berkelanjutan, ini kontraksi prematur, karena ketuban bisa pecah, bisa-bisa lahir prematur, kasian bayinya masih terlalu kecil dan paru-parunya belum sempurna. Aku diberi obat duvadilan, hanya saja dosisnya dinaikkan, dari tadinya 1/2 tablet sehari, sekarang 1 tablet sehari. Dan harus bedrest selama 3 hari.

Aku malah sudah dianjurkan cuti, waduh sayang dong kalau harus cuti dari sekarang, ntar kalau dedeknya lahir cuma kebagian sedikit waktu bersamanya. Sementara minta istirahat aja ya Dok. Akhirnya aku harus bedrest selama 3 hari. Selagi bedrest keadaan tidak membaik sama sekali, masih kencang, masih sakit, tidurpun tidak nyenyak. Padahal berbagai saran sudah dipraktekkan, yang mulai dari tidak banyak bergerak, tidak banyak jalan, tidak stress, semua sudah dilakukan.

Jumat malam, suamiku datang, dia elus-elus perut aku sambil bilang, dedek jangan buat perut mama kenceng, kasian mamanya. Lalu suamiku berdoa. Setiap sholat kami sholat berjamaah minta perlindungan Alloh SWT.

Subhanalloh, esok harinya aku bisa bangun tanpa nyeri di perut lagi, udah gak kenceng-kenceng lagi. Malah sabtu itu bisa ngepel, masak. Sampai minggu keadaan normal tidak terasa apa-apa. Namun begitu minggu sore suamiku kembali ke Jakarta, mulai deh perut agak kenceng lagi, dan malamnya pun perut ini terasa kencang kembali. Dedek pengen ada papa ya dek…mama juga, tapi kita harus sabar dek ;-)

 

Belanja Perlengkapan Bayi 14 March 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 11:16 am

Pas aku ultah, aku memutuskan untuk belanja keperluan aku dan dedek, soalnya biar cepet tenang dan mumpung kondisi aku masih kuat untuk jalan-jalan, kan katanya kalau dah hamil gede udah berat untuk jalan. Minggu kemaren dedek sudah dibelikan eyangnya bedong, alas ompol, celana pop ½ lusin, baju lengan panjang merk bonbon 3 buah, dan popok 1 lusin. Untuk aku ibu dan bapak beliin sarung. Semua di beli di Cigondewah. Makasih ya ibu bapakku sayang.

Nah sekarang mau beli sisanya yang belum ada, berangkatlah aku, ibu dan bapak ke ITC Kebon Kelapa Bandung. Jam 8.30 dah sampai sana, dan toko-toko belum pada buka. Akhirnya kita menunggu di pintu samping ITC. Tanpa sengaja di seberang jalan ada toko perlengkapan bayi yang baru buka. Dan kami pun memutuskan untuk bertanya ke toko itu. Yang diandalkan harga di Cigondewah. Setelah membandingkan harga popok dan baju ternyata lebih murah di toko ini. Daripada keliling-keliling dan menunggu toko pada buka, akhirnya oke deh kita beli disini aja, engkonya juga baik dan ramah banget.

Ini dia belanjaan kita di toko USIN :
- 1 bh Kasur kelambu dialogue Rp 230.000
- 1 bh tas dialogue Rp 125.000
- 1 bh selimut dialogue Rp 75.000
- 1 bh perlak ompol corak Rp 55.000
- 1 bh korset ibu Rp 40.000
- 1 ½ lusin baju bayi (panjang, pendek, kutung) Rp 85.500
- 2 baju kodok Libby Rp 65.000
- ½ lusin celana panjang Rp 33.000
- ½ lusin celana pop Rp 21.000
- 1 bh handuk bayi besar Rp 35.000
- 1 pak kapas bola Rp 10.000
- 1 bh popok plastik Rp 12.500
- 1 pak selaber isi 3 Rp 10.000
- ½ lusin gurita bayi Rp 15.000 (sebenernya katanya dah gak boleh, tapi kata ortu beli aja)
- 1 set topi dan sarung tangan kaki Libby Rp 17.500
- 4 bh waslap Rp 10.000
- 1 buah tempat bedak isi 2 Rp 12.500
- 1 set gunting kuku bayi Rp 17.500
- 1 set sisir bayi Rp 12.500
- 1 bh botol susu Pigeon Rp 17.500
- 1 bh sikat botol Rp 12.500
- 1 pak Breastpad Rp 20.000
- BH menyusui sorex 3 bh Rp 45.000
- 1 lusin Popok bayi Rp 25.000

Semuanya sekitar 1 juta rupiah deh. Untuk keperluan yang lain kita beli di Mutiara Kitchen yaitu :
- 1 bh Ember mandi bayi Rp 37.500
- 2 bh gantungan bulat isi 30 Rp 54.000

Belanja di Griya Hemat Soekarno Hatta, beli :
Pembalut nifas merk Softex isi 10 Rp 12.650
Pembalut Charm 41 cm isi 8 Rp 15.975
1 set kecil zwitsal Rp 16.400

Belanja di Mutiara Kitchen, beli :
Bak cuci baju kecil Rp 8.500
Container Claris 46L Rp 96.800
Mau beli lemari belum ada yang cocok

Belanja di Carefour, beli :
Sleek Detergent Rp 13.600
Sabun bayi Cusson Rp 15.775
Yuri Anti Ruam Popok Rp 8.500
Bantal Peang Bayi Kiddy Rp 44.000

Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi bunda-bunda yang mau belanja buat calon buah hatinya ya..

 

Doaku dihari lahirku 12 March 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 1:36 am

Ya Alloh, terimakasih atas segala kasih sayangMu
Tiada nikmat dariMu yang dapat ku dustakan
Hingga pada hari ini, Engkau masih memberikan aku kesempatan
Untuk beribadah kepadaMu
Untuk menikmati segala kenikmatan dunia
Untuk berkumpul dan merasakan kasih sayang
dari orang-orang yang kusayangi

Ya Alloh, aku mohon kepadaMu
Sehatkanlah janin yang Kau titipkan kepadaku
Sempurnakanlah lahir dan batinnya
Jagalah dia dalam sebaik-baiknya penjagaanMu
Jadikan dia anak yang sholeh, yang mencintaiMu
Juga mencintai RasulMu
Yang berbakti pada orang tua
Mudahkanlah rejeki dan jodohnya
Mudahkanlah dan berkahilah perjalanan hidupnya

Ya Allah, aku mohon kepadaMu
Berilah kemudahan untuk suamiku dalam melangkah
Dalam mencari keridhoanMu
Menjemput rejeki yang telah Kau takdirkan untuknya
Berilah kesabaran padanya
Yang berjuang untuk aku dan calon anak kami
Tuntun langkahnya agar mata hatinya
Agar sentiasa tertuju dalam kehendak Mu.
Ya Alloh, sampaikanlah padanya
Berjuta cinta dan sayangku untuknya

Ya Allah, ampuni segala dosaku
Jadikanlah aku istri sholehah
Istri yang dapat menenangkan dan menyenangkan suamiku
Ibu yang baik buat calon anakku
Anak yang selalu berbakti pada orang tuaku

Begitu banyak kekuranganku sebagai seorang istri
Yang belum bisa membahagiakan dan mengabdi
Pada suamiku dengan sepenuh hati

Begitu banyak kekuranganku sebagai seorang anak
Yang belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku
Ya Allah, jadikanlah aku wanita yang kuat, mandiri dan penuh kesabaran
Berikanlah aku rahmatMu, petunjukMu, hidayahMu

Ya Allah Tuhanku…….
Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati
Isteri yang dikasihi
Isteri yang solehah
Isteri yang sentiasa dihati
Amin, Ya Rabbi Allamin…….

 

Jika Posisi Bayi Sungsang / Oblig 8 March 2011

Filed under: Artikel,Catatan Harian — winda @ 1:42 am

Semenjak dokter bilang kalau dedek posisinya masih melintang, agak khawatir juga, karena aku bertekad untuk melahirkan normal. Sampe minggu lalu periksa, malah jadi oblig atau diagonal, kepala sebelah kiri atas sedangkan kaki sebelah kanan bawah. Sudah berusaha diputer ama dokternya tapi kesangkut dedeknya gak tau kenapa gak mau lurus. Akhirnya dokter menyarankan untuk memperlama dan mempersering posisi sujud dengan dada menempel di lantai.

Akhirnya browsing-browsing ketemu deh dengan artikel Cara Mengubah Bayi Sungsang. Sama gak ya caranya untuk mengubah bayi oblig. tapi gak ada salahnya kalau tetep di coba. Ayo dek, kita berjuang bersama-sama yaa… :-)

Artikel lengkapnya bisa di baca disini : Cara Mengubah Bayi Sungsang.

Kesimpulannya :

Berikut 16 Cara untuk mengubah bayi sungsang!

Jika bayi Anda sungsang dan Anda ingin menghindari bedah caesar, ada banyak cara untuk membantu mengubah bayi sungsang dengan kepala di bawah (vertex).

1. Lakukan relaksasi hypnobirthing, ajak bicara bayi Anda, minta tolong padanya lalu Visualisasikan bayi bergerak turun dengan kepala yang sangat dalam masuk ke dalam panggul Anda minimal 2 kali sehari.

2. Berenang. Hal ini membuat tubuh dan panggul Anda longgar dan santai.

3. Yoga Headstand – tentu saja dengan bantuan dan tidak boleh jika dilakukan pada ibu yang menderita anemia atau pun hipertensi. dan posisi ini harus dilakukan oleh ibu yang sudah terboasa dengan posisi yoga dan menguasai tehnik ini

4. Lakukan Posisi knee chest (bersujud dengan kaki sejajar pinggul dan dada sejajar lutut) dimulai pada kehamilan 32-35 minggu. Lakukan 3 kali sehari selama 10-15 menit setiap kali, lakukan saat perut Anda kosong, dan bayi aktif, atau dapat menggunakan papan miring). menekuk lutut tetapi menjaga kaki datar di papan. Tenang, bernapas dalam-dalam, hindari ketegangan otot.  Juga bisa dengan menggunakan bantal pada permukaan yang datar untuk menaikkan pinggul 12-18 inci di atas bahu. Gravitasi mendorong kepala bayi ke fundus, melipat, dan bayi kemudian dapat melakukan jungkir balik ke posisi vertex.

5. Menyetel music (CD / iPod headphone) – letakkan headphone di perut bagian bawah dekat tulang kemaluan dan memainkan musik klasik selama 10 menit 6-8 kali sehari.

6. Sinari perut Anda dengan lampu senter coba bergerak perlahan turun dari puncak rahim ke arah tulang kemaluan Anda. Ini dilakukan saat Anda berada dalam posisi miring.

7. Berikan pijatan/massage pada perut anda (pijatan ringan saja) dimulai dengan tangan kiri Anda di bagian bawah perut dan tangan kanan Anda hanya di atasnya. Pindahkan memindahkan tangan anda searah jarum jam di sekitar sisi kanan perut Anda. ketikai tangan kanan Anda mencapai bagian atas perut Anda, geser yang kiri atas kanan dan memindahkannya ke sisi kiri perut Anda. tangan kiri Anda memutar lingkaran penuh, terus searah jarum jam. Pijat dengan lembut menggunakan lotion. Pijat selama sepuluh menit atau lebih sampai beberapa kali setiap hari.

8. Accupresure (letaknya ada di sisi luar kuku jari kelinging kaki Anda) dirangsang selama 30 menit per hari, ini adalah titik akupresur yang merangsang kepala janin “bergerak turun”. Bisa juga dnegan menggunakan Moxa.

9. Tekan titik Motion Sickness band, tepatnya di empat jadi diatas tulang pergelangan kaki dalam – ini adalah titik akupresur lain yang digunakan untuk stimulasi uterus. Jangan gunakan titik ini jika Anda mengalami persalinan prematur.

10. Minumlah segelas jus jeruk dengan posisi berbaring-sisi dengan posisi pinggul Anda lebih tinggi dari kaki Anda. Bayi bergerak lebih setelah ibunya mengkonsumsi gula tinggi!

11. Lakukan Pelvic Tilt atau breech Tilt dengan kantong es pada bagian atas perut Anda, dan lakukan pada waktu perut kosong, 10 menit dua kali sehari. Lakukan ini sambil berbaring telentang di lantai dengan lutut tertekuk dan kaki di lantai dengan tiga bantal besar ditempatkan di bawah bokong Anda. Coba ini dengan menggabungkan tehnik memainkan music menggunakan headphone dan visualisasi.

12. Posisi Merangkak seperti kucing sedang marah - dimulai dengan merangkak, dilekskan dahulu dadanya lalu perlahan sambil tarik nafas lengkungkan punggung seperti kucing sedang marah.

13. Belly Relaxing dengan menggunakan tehnik Rebozo. Ini harus dilakukan bersama dengan patner, dengan meletakkan selendang yang cukup panjang dibawah pinggul ibu saat ia berbaring di lantai. Angkat di sudut-sudut kain dan gerakkan bergetar dari sisi ke sisi menggerakkan tangan Anda ke atas dan ke bawah untuk menggoyangkan perutnya dari sisi ke sisi. Hal ini harus dengan gerakan yang sangat kecil dan ibu harus sangat santai. Lakukan ini selama sekitar 5 menit. Kemudian ibu berlutut di tangga. Jadi ibu tangannya di tangga bawah dan dengan posisi merangkak lutut dan kakinya berada di 2 atau 3 tangga diatasnya. Pasangan membantu untuk menopang bahu, Tetap dalam posisi ini selama 5-10 menit atau selama nyaman. Lakukan posisi ini pada waktu perut kosong.

14. Lakukan Pelvic Rocking(lakukan seperti gambar dibawah ini, minimal 2 kali sehari)

15. posisi yoga downward position seperti di bawah ini juga sangat membantu membuat posisi janin sungsang menjadi letak kepala kembali.

16. Berikan Homeopaty (obat ini memang masih jaran di Indonesia) saya menemukan obat ini hanya di BALI di tempatnya Bumi Bali Sehat , Nyuh Kuning, Ubud, BALI

nama obatnya:

  • Homeopathic Pulsatilla in 200C ini untuk merangsang janin turun kepalanya
  • Natrum Muriaticum- a water balancing
  • Ignatia Amara- 30c ini untuk mengurangi stres dan menjaga posisi bayi lebih sempurna.

Teknik-teknik berikut untuk mengubah bayi sungsang menjadi vertex dengan melibatkan bantuan dari spesialis atau medis profesional:

17. Akupunktur, Temukan seorang ahli akupunktur yang akrab dengan kehamilan dan mengetahui titik-titik untuk merangsang untuk memutar bayi sungsang.

18. Teknik Webster Sungsang (Webster Breech Technique) lakukan bersama seorang ahli Chiropractor yang berpengalaman. Bisa juga dengan tehnik chiropractic yang lain tentu saja dengan ahlinya.

19. Versi  Eksternal – ini bisa dilakukan di rumah sakit pada sekitar 37 minggu; lakukan dengan bantuan Ob-Gyn untuk bantuan lebih lanjut.

 

Serba serbi calon ayah dan calon ibu 4 March 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 3:16 am

Menjadi calon orang tua ternyata memang tidak mudah, makin banyak tanggung jawab yang mesti dipikul, karena menjadi orang tua adalah amanah dan rejeki terindah dari Alloh SWT. Mulai dari menabung untuk biaya persalinan dan perlengkapan dedek, biaya buat masa depannya, menyiapkan nama yang baik buatnya. Semua itu bukanlah hal yang mudah.

Seperti halnya menyiapkan perlengkapan dedek, sudah dari beberapa bulan yang lalu browsing-browsing dan cari tahu kanan kiri list yang harus disiapkan dan dimana toko yang murah tapi berkualitas. Setelah dapat dari beberapa sumber, ternyata banyak banget yang harus dibeli, padahal katanya bayi itu cepet besarnya, maka baju ataupun celana akan terpakai sebentar saja. Wah harus bisa nih memilih skala prioritas aja, jangan sampai kalap belanja karena lihat lucunya aja (bisa gak ya xixi). Sekarang dah bisa belanja nih karena dah masuk 7 bulan, tapi masih belum tau kapan, soalnya suamiku hanya bisa 2 minggu sekali untuk nengokin aku dan dedek. Tapi sekarang malah santai aja, gak terlalu menggebu-gebu pengen belanja buat dedeknya, santai aja ya dek, pokoknya dedek lahir, keperluan pokok dah tersedia ^_^.

Yang ternyata tidak mudah lainnya yaitu menyiapkan nama yang baik. Wuih makin sering browsing, makin bingung aja milihnya, semua bagus-bagus. Tapi selama ini mencari belum ada yang sreg. Dari usia kandungan 3 bulan aku sudah mencari tapi masih saja belum dapat. Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu aku memilih beberapa nama, dan ku smskan pada suamiku untuk mengetahui bagaimana pendapatnya. Akhirnya suamiku memilih dua nama, satu untuk laki, dan satu untuk perempuan. Dan kemarin dia merevisi nama untuk perempuan. Artinya bagus-bagus dan menurut aku itu harapan yang menjadi doa dari kami untuk buah hati kami, dan akupun menyetujui karena hati aku sudah sreg dengan nama-nama itu, Insyaalloh kalau tidak ada lagi perubahan dikemudian hari. Namanya adalah … masih dirahasiakan sampai dedek lahir ;-)

Yang terakhir adalah menentukan dimana harus melahirkan. Suamiku, inginnya aku melahirkan di Jakarta saja, dengan pertimbangan agar dia bisa mendampingi aku kapan saja aku lahiran dan dapat lebih lama mendampingi aku, juga banyak yang membantu aku jika sudah waktunya nanti karena dekat dengan mertua dan kakak-kakak, juga karena adik aku satu-satunya di Jakarta pula. Jika melahirkan di Bandung, otomatis yang paling sibuk adalah bapak dan ibu saja, kasian rasanya karena mereka sudah sepuh. Nah kalau soal ini belum ada keputusan pastinya. Aku sendiri sih di Jakarta atau di Bandung, sama aja, ada enak dan tidaknya. Yang aku konsentrasikan yaitu dimana saja aku lahiran, aku melahirkan dengan mudah, lancar tanpa halangan berarti, bisa lahir normat tanpa operasi, aku dan anakku selamat dan sehat.

 

Minggu ke-27 23 February 2011

Filed under: Catatan Harian — winda @ 2:34 am

Tanggal 19 Februari 2011, sudah waktunya periksa dedek ke dr. Biben, sekarang alhamdulillah masih bisa ditemani my hubby.

Setelah 1.5jam menunggu giliran, akhirnya namaku dipanggil juga. Dokter menanyakan apa yang sekarang aku rasakan. Aku bilang sering kram kaki, solusinya harus banyak jalan, trus asam lambung aku sering naik, solusinya harus banyak ngemil terutama buah-buahan dan sayuran. Akhirnya aku diperiksa deh, hasilnya akunya sehat, tapi posisi dedek belum baik, masih melintang, dokter bilang harus sering-sering sujud. 2 minggu lagi di cek lagi, mau dilihat posisi dedek dah berubah atau belum, klo masih melintang dokter mau puter dan aku diminta bawa gurita. Sedikit ngeri tapi demi dedek harus berani, mudah-mudahan 2 minggu lagi posisi dedek dah bagus.

Sampe saat ini berat badanku dah naik 10kg, ya ampun..masih ada 2,5 bulan lagi…harus banyak olahraga ama jalan kaki nih ^_^

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.