Susahnya menurunkan berat badan

Sudah 16 bulan setelah kelahiran anak keduaku. Membesarkan 2 anak batita ternyata sangatlah tidak mudah. Terlebih jarak anak pertama dengan yang keduanya hanya 2 tahun. Perlu ekstra kesabaran dan ekstra tenaga. Tapi anehnya, walau badan terasa sangat lelah setelah seharian bekerja di kantor, kemudian di rumah mengurus si kecil, tetap saja berat badan stabil seperti waktu hamil terutama bagian perut. Hamil anak pertama naik 20kg setelah lahir cuma turun 5kg, lalu hamil anak kedua naik 8kg, setelah lahir cuma turun 5 kg lagi. Sebenarnya ini yang membuat lebih stres ketimbang mengurus 2 balita. Walau sudah mengurangi makan nasi dan ngemil, makan makanan sehat  tapi rasanya susah sekali menurunkan berat badan ini. Ada yang bisa membantu saya?

Kesayangan Mamah Winda

Lama gak posting disini, sekarang lagi pengen cerita tentang 2 bocah yang gemesin, ngangenin, yaitu Zein dan Zaky. Sekarang Zein sudah 3 tahun 5 bulan, sedangkan adiknya Zaky sudah 1 tahun 1 bulan. Serius…lagi capek-capeknya ngurusin mereka berdua ini. Yang kakaknya udah gak bisa diem, maunya keluar rumah terus dan sekarang adiknya sudah mulai juga banyak maunya. Mereka kadang bikin kesel tapi gak bisa membuatku marah, malah pengen ketawa dan senyum-senyum melihat tingkah laku mereka.

Ya..sekarang merekalah duniaku, matahariku, kesayanganku…Semoga aku bisa menjadi mama terbaik buat mereka, dan mereka pun menjadi sesuatu yang berharga buat dunia ini. Semoga jadi anak yang sholeh dan sehat ya sayang-sayang mamah. Love u kids.

10616538_10204984922045953_7563624823206678153_n

Ahmad Zaky Al Ghifari

Setelah berusaha untuk VBAC, akhirnya tanggal 31 Juli 2013 kontrol terakhir ke dokter dan dilakukanlah periksa dalam. Dan diketahuilah ternyata rahimku asimetris sehingga untuk melahirkan normal tidaklah mungkin. Akhirnya di putuskanlah SC yang ke-2 pada tanggal 1 Agustus 2013 pukul 20.00 WIB, itu pas seminggu sebelum Idul Fitri 1434 H. Kata dokter agar nanti hari raya SC sudah sembuh. Suamiku langsung menyiapkan segala sesuatunya ke rumah sakit. Begitu pulang dari dokter perut ini sudah tidak karuan rasanya, entah karena pemeriksaan dalam yang membuat jadi terasa tidak nyaman. Itu berlangsung terus menerus, sampai pada pukul 00.00 WIB pun perut makin tidak nyaman. Perasaan ingin pup tapi kok ya gak keluar-keluar. Pukul 03.00 WIB makin menjadi rasanya, dan akhirnya bertepatan dengan adzan subuh byur terasa ada yang menyembur. Karena ini kehamilan kedua, sudah tidak kaget. Siap-siaplah aku ke rumah sakit ditemani ibu dan suami, sedangkan bapak menjaga anak pertamaku Zein di rumah.

Pukul 05.00 WIB tibalah di rumah sakit, langsung cek, ternyata baru bukaan 2. Suster langsung telefon dokter karena operasi di jadwalkan malam hari. Di ruang bersalin aku mendapat kabar bahwa operasi akan dilakukan pukul 07.00 WIB. Duh ini perut dah mules banget, rasanya ingin cepat masuk ruang operasi, kalau mau operasi kenapa harus merasakan mulas lagi pikirku saat itu (pikiran ibu yang sedang merasakan mulas-mulas hihihi).

Pukul 06.30 WIB akhirnya dokternya datang juga, lalu bilang, tuh kan bu..dedeknya memang pengen lahir tanggal 1…Alhamdulillah walaupun keduanya harus lahir SC tapi aku masih bisa merasakan mulasnya jika melahirkan normal, dan yang terpenting bagi aku, anak-anakku lahir karena sudah waktunya, tidak terlalu dipaksa keluar.

Pukul 07.00 WIB, operasiku di mulai, aku bisa mendengar semua kejadian di ruangan itu karena aku dalam keadaan sadar dan tidak mengantuk, beda dengan SC yang pertama. Aku bisa mendengar tangisan banyiku pada 07.30 WIB. Bayi laki-laki lagi. Mungil, hitam hehehe untung sekarang agak putih, normal, TB 30cm, BB 2.9kg. Namanya Ahmad Zaky Al Ghifari dengan doa agar dia menjadi lelaki yang berani dan kuat namun tetap suci dan saleh. Amin.

Terimakasih buat dokter Setyorini, SpOG yang telah mendampingi kehamilanku, semua kru RS Emma Poeradiredja, special thanks to my lovely husband, dan kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi.

IMG_5137

Kehamilan Yang Kedua

Udah lama banget enggak nulis di blog ini, kemarin serasa ide hilang semua dari otak ini, ditambah kerjaan yang membuat sulit banget untuk menulis disini…(alasan… :D). Tapi kali ini hanya mau berbagi, jika aku sekarang sedang menantikan kehadiran anak keduaku. Saat ini kehamilanku susah memasuki minggu ke 23 atau hampir 6 bulan. Awal Desember tahun lalu, serasa badan lemas dan mual sekali, aku pikir karena masuk angin, sampai 2 hari aku ijin tidak masuk kantor. Lalu temanku menyarankan aku membeli testpack. Gak mungkin pikirku…hanya suamiku menyarankan juga untuk mencoba testpack, karena aku memang sudah lama gak dapat haid. Aku lupa terakhir dapat haid itu kapan, lalu aku bukalah kalender yang biasanya aku tandai setiap aku dapat haid. Ya ampun terakti aku menandai kalender itu ternyata pada tanggal 23 Oktober 2012. Sontak kaget..dan suamiku langsung meluncur ke apotek. Esok paginya aku cek, ternyata hasilnya + (garis dua). Aku ulangi lagi esok paginya, ternyata hasilnya sama “garis dua”. Alhamdulillah.

Kehamilan yang kedua ini berbeda dengan yang pertama. Jika yang pertama, walau merasa mual, tapi nafsu makan tidak terganggu. Keluar langsung minta diisi lagi. Tapi yang sekarang, lihat makanan langsung mual, susu tidak masuk, lemas. Udah keluar, tetep aja gak mau makan. Untungnya hal itu hanya berlangsung selama 4 bulan. Saat kehamilan memasuki bulan ke-5, makanan sudah bisa masuk walau sedikit, nah sekarang memasuki bulan ke-6, makin bertambah aja selera makannya. Harus diet nih.

Memasuki trimester ketiga ini, banyak yang harus di persiapkan, diantaranya berat BB jangan lebih dari 2,5kg karena untuk kelahiran ini ingin bisa melahirkan normal, harus banyak nungging dan jalan kaki agar posisi janin sudah bagus tidak sungsang lagi seperti dulu, harus mulai berolahraga, menabung untuk lahiran dan aqiqah nanti, dan yang paling penting persiapan mental dan positif thinking untuk bisa melahirkan secara normal, gak pakai operasi caesar lagi. Tapi apapun kejadiannya nanti, aku berusaha yang terbaik saja, yang penting aku dan dedek sehat dan selamat. Amin. Untuk perlengkapan bayi sih rasanya sudah cukup karena bekas Abang Zein masih bagus. Hanya perlu sedikit tambahan saja.

Ada satu hal yang membuat hati jadi H2C, yaitu penasaran dengan jenis kelamin dedek. Belum ditanyain sih. Tapi apapun itu yang penting dedek sehat. Jika laki-laki lagi alhamdulillah, jika perempuan alhamdulillah juga🙂

I hope the best for my little family…see u…

Untuk Buah Hatiku

Sayang,
Tidurlah engkau dipelukanku
Rebahkanlah kepala kecilmu dibahuku
Biarkan kurasakan desah nafas
Dan detak jantungmu
Berikanlah rasa sakit itu padaku

Melihatmu
Memberikanku kekuatan untuk tetap bertahan
Untuk tidak menyerah
Untuk bersabar
Walau hati ini sedih melihatmu tergolek lemah

Engkau begitu mungil
Namun engkau mengajarkan banyak hal
Kau kuat dan sabar
Tetap ceria walau menahan sakit

Tumbuh besarlah sayangku
Semoga menjadi anak yang sholeh, sehat dan pintar

RS Al Islam
12 April 2012

Antara Aku Sebagai Aku, Istri dan Ibu

Sekarang aku bukanlah hanya seorang istri tetapi juga merangkap menjadi seorang ibu dari satu anak, dan sebagai pegawai juga. Setiap hari yang aku rasakan adalah berjibaku dengan memenuhi kewajiban sebagai ketiga fungsi tersebut. Dalam pelaksanaannya perlu keseimbangan jiwa, tenaga dan perhatian. Dan itu semua sangatlah tidak mudah, karena 24 jam sehari rasanya kurang untuk menjalankan kondisi terbaik yang aku inginkan.

Sebelum berangkat ke kantor, pastinya harus mengurus suami dan anak terlebih dahulu, mulai menyiapkan sarapan suami, mencuci baju anak kemudian memandikannya dan menyusuinya, baru menyiapkan diri untuk pergi ke kantor. Setiap pergi ke kantor, selalu merasa sedih ketika harus meninggalkan si kecil dirumah selama hampir 10 jam walau bersama eyang-eyangnya. Rasanya ingin setiap saat berada disisinya untuk melihat setiap detik perkembangannya.

Harus menjadi Super Mom untuk menjalankan ketiga fungsi ini secara bersamaan dan kuncinya adalah managemen waktu (sekarang masih belajar untuk bisa memanage waktu dengan baik karena seringnya sih keteteran). Setelah membaca artikel-artikel, ketemulah tips untuk perempuan pekerja agar bisa balance untuk menjalankan ketiga fungsi ini, antara lain adalah  :

Gunakan waktu untuk kegiatan yang berkualitas, Diantara waktu yang 24 jam dan harus dibagi bagi itu, manfaatkan secara optimal. Jika sedang di kantor kerjakanlah pekerjaan seefisien dan seefektif mungkin, sehingga sebisa mungkin tidak membawa pekerjaan ke rumah. Di rumah luangkan waktu dengan anak dan suami dengan kegiatan yang berkualitas. (walau belum bisa sepenuhnya untuk anak dan suami karena masih harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya…maklum gak ada khadimat..)

Jalin komunikasi yang hangat antar anggota keluarga, beritahukan kemana akan pergi hari ini kepada anggota keluarga, sehingga kalau ada sesuatu mudah untuk dihubungi, beruntunglah sekarang sudah ada telepon genggam yang gampang dibawa kemana mana.

Perhatikan kebutuhan anggota keluarga, kebutuhan anak seperti memandikan, menyiapkan pakaiannya, susu dan makanannya, dan kebutuhan suami seperti sarapannya, bekalnya (suamiku senang masakan rumah) dan kebutuhan eyang-eyangnya dalam mengasuh cucunya (terimakasih dan maaf merepotkan bapak ibu🙂 ).

Jaga kesehatan dan stamina, karena pastinya waktu tidur akan berkurang (berusaha tidur berkualitas), tenaga ekstra mau tidak mau pasti akan terkuras. Bagaimanapun harus meluangkan waktu untuk istirahat, tidur dan memanjakan diri sendiri.

Sabar, ikhlas … hal itu yang menjadikan aku kuat selama ini, aku niatkan hal ini sebagai ibadah, walau sering juga menangis dan mengeluh sih hehehe… setiap hari harus terus belajar…bismillah🙂

Idul Fitri 2011

Gak terasa beberapa hari lagi menjelang Idul Fitri, suasana di kampus hari ini sungguh sepi, tapi belum boleh pulang nih. Sambil dengerin lagu-lagu lawas, mencoba untuk instropeksi Ramadhan tahun ini. Ramadhan tahun ini, tidak lebih baik dari tahun lalu. Punya bayi 3 bulan, ternyata tidaklah mudah bagiku untuk memaksimalkan ibadahku. Tahajud dan tadarus pun seringnya tidak. Astagfirullah. Manajemen waktuku yang tidak baik, seharusnya bayi 3 bulan bukan alasan untuk tidak memaksimalkan ibadah. Tapi ya sudahlah, penyesalah selalu datang terlambat. Di beberapa hari ke depan, disisa ramadhan ini aku ingin berusaha lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

Mohon Maaf Lahir Batin
Taqabbalallahu minna waminkum
Shiyamana wa shiyamakum
Minal ‘Aidin Wal Faidzin