Catatan Dibalik Skripsi

Alhamdulillah, tanggal 29 Februari 2008, tunai sudah satu tanggung jawabku pada orang tua.  Wisuda kemarin ternyata sesuai dengan perkiraanku, bahwa semua akan berbeda seperti
waktu aku di wisuda diploma. Kemarin terasa hikmadnya, ah aku sampai menitikkan air mata saat perwakilan wisudawan mengucapkan terima kepada orang tua. Saat itu rasanya sangat bersalah banget pada ortu, karena baru sekarang bisa lulus.

Sekedar flash back :
Bekerja sambil kuliah ternyata membutuhkan ekstra waktu, tenaga dan pikiran, dan akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bekerja demi studiku, setelah satu tahun kuliah. Saat mengambil skripsi, aku tergoda untuk bekerja kembali karena uang tabungan yang kian menipis (aku bertekad untuk membiayai kuliahku sendiri). Pucuk dicinta ulam pun tiba, aku mendapat tawaran kerja dari konsultan IT di Jakarta, dan kesempatan itu aku ambil dengan mantap karena aku berfikir bimbingan bisa dilakukan hari sabtu dan uang kuliah pun gak perlu minta ortu, walau keluargaku ‘gak setuju, mereka menginginkan aku selesai dulu baru bekerja kembali dan tentunya karena mereka khawatir melepas aku ke Jakarta. Aku tetap nekat dan berusaha meyakinkan kedua orang tua.

Setelah bekerja kembali, ternyata pekerjaanku menumpuk, sering kurang tidur, hingga skripsiku terbengkalai. Sampai akhirnya aku ditugaskan ke Banyuwangi selama 2 tahun, skripsiku benar-benar terhenti.

Setelah dari Banyuwangi, aku ditarik kembali ke kantor pusat, ternyata masih tetap aku belum bisa mengerjakan skripsiku karena sering ditugaskan ke daerah. Ehm…sampai akhirnya, alhamdulillah, aku di terima di instansi pendidikan di Bandung, baru aku mulai mengerjakan skripsiku kembali. Dan aku akhirnya bisa lulus dengan IP yang tidak mengecewakan. Yang terpenting, aku tidak akan lagi mendengar “ceramah” Ibu yang menyuruh aku untuk segera lulus😀

Tapi bagaimana pun aku sangat bersyukur masih mempunyai orang tua yang masih utuh, yang selalu mendukung apapun langkah aku, meluruskan aku jika aku salah, selalu mendoakan aku. Banyak kata yang tak bisa terucap saat menggambarkan betapa aku berterima kasih, dan aku sangat menyayangi mereka.

Sungkem ta’zimku untuk Bapak dan Ibu.

Hanya Satu – Mocca

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu

hanya satu pintaku
tuk bercanda dan tertawa
di pangkuan seorang ayah

reff: apa bila ini
hanya sebuah mimpi
ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
di pangkuan ayah dan ibu

repeat reff

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap ayah dan ibu

One thought on “Catatan Dibalik Skripsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s