Berlibur ke Waterboom Cikarang

Sudah lama aku ingin mengunjungi tempat wisata yang satu ini, seringkali aku melihat tempat ini di televisi dan mendengar cerita seorang temanku di Bali bahwa Waterboom Bali sangat mengasyikkan untuk bermain air. Pucuk dicinta, sepupuku mengajakku dan ortuku untuk berakhir pekan disana. Sabtu, 4 April 2008 pun jadi pilihan dengan pertimbangan belum banyak anak sekolah yang libur, dan hari minggu bisa istirahat dulu.

Pukul 07.00 wib, kami dijemput di rumah kami, dan perjalanan pun menuju tol Cipularang dengan melalui pintu tol Buahbatu. Di tengah perjalanan aku tertidur, dan sewaktu aku bangun, kami sudah sampai di Kawasan Lippo Cikarang. Kami sampai pukul 09.45. Kesan pertama melihat Waterboom Lippo Cikarang, bernuansa Bali, tetapi tidak seluas yang aku bayangkan. Harga tiket yang harus dibayar Rp 55.000. Ada peraturan tidak boleh membawa makanan ke dalam area, tetapi setelah diperiksa kami pun lolos dengan membawa cemilan ala kadarnya. Mungkin yang dimaksud tidak boleh membawa makanan itu, makanan berat (istilah sunda mah botram)🙂 .

Begitu masuk, suasana Bali pun menyapa, alunan gending Bali, patung-patung dari batu hitam, tanaman kanboja, lilitan kain kotak hitam putih di gazeebo, pokoknya Bali banget dech.

Di dalam, kami menyewa ban double seharga Rp 25.000/2 jam. Untuk selanjutnya Rp 3.000/jam. Ban yang kecil (single) Rp 17.000/2 jam, dan selanjutnya Rp 3.000/jam. Untuk penitipan barang pun disana disediakan loker dengan menyewa Rp 17.000/2 jam, dan selanjutnya Rp 3.000/jam.

Semua kolam aku coba, kecuali kolam untuk anak-anak. Satu yang paling asyik yaitu main seluncuran. Seluncuran terbagi dua, seluncuran yang menggunakan ban, dan seluncuran yang tidak menggunakan ban. Yang menggunakan ban tingginya sekitar 12m, sedangkan yang tidak menggunakan ban tingginya sekitar 8m. Tapi untuk keseruannya aku memilih seluncuran dengan menggunakan ban. Lebih memicu adrenalin, karena pada titik-titik belokan tertentu ada yang menyebabkan ban miring 90 derajat. Sedangkan seluncuran yang tidak menggunakan ban, seperti main perosotan saja.

Setelah asyik bermain seluncuran dan menikmati kolam arus, yang kurang olahraganya, hanya terasa capek naik tangga pada waktu menuju seluncuran. Maka aku menghabiskan waktu dengan berenang di kolam Ceria, ini baru terasa olahraga hehehe.

Setelah puas bermain-main sekitar pukul 15.00 wib, kami pun pulang dengan rasa senang walau capek. Pada perjalanan pulang kami mampir ke Sate Maranggi Purwakarta untuk makan siang. Ehm…rasa satenya memang enak sekali.

Ada kejadian lucu, waktu itu, sebelumnya ibuku pada sepupu yang sudah sering makan ditempat itu, satenya daging apa? Sepupuku menjawab daging sapi. Setelah pesanan kami datang, kami makan dengan lahapnya, selain karena memang lapar, rasa satenya pun enak sekali. Aku bertanya pada ibu, kok daging sapi gurih banget ya Bu. Ibu pun mengiyakannya. Setelah sate di meja habis, kami pun memesan untuk dibungkus. Waktu mau bayar dikasir, ibu bertanya pada kasirnya, Kang sate ini dagingnya apa? Dan kasir itu pun menjawab, kambing Bu. Sontak aja ibu kaget, karena Bapakku tidak boleh memakan daging kambing, sedangkan tadi Bapak menghabiskan 10 tusuk sate. Kaget, cemas, lucu, ibu langsung ngomel-ngomel ke sepupuku itu. Sepupuku hanya cengar-cengir karena selama ini dia mengira kalau sate itu sate sapi. Untung saja, sampai esok harinya, Bapak baik-baik saja, malah aku dan ibu yang merasakan sakit kepala🙂.

4 thoughts on “Berlibur ke Waterboom Cikarang

  1. Pingback: Waterboom Lippo Cikarang « FIFFA160

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s