Buat Rumah atau Beli Rumah?

Mencari rumah tempat tinggal ternyata tidak semudah yang dibayangkan, banyak aspek yang harus diperhatikan. Idealnya harganya terjangkau, lokasi dekat kantor, tanah yang luas, kualitas bangunan yang baik dan menurut selera kita, lingkungan yang baik, kualitas air yang memadai, dan banyak hal yang perlu diperhatikan.

Seringkali kita tidak mendapatkan semua itu dalam satu paket yang lengkap, misalnya dapat rumah yang sesuai tetapi luas tanah yang sempit, atau kualitas bangunan yang kurang baik, atau lokasi yang terlalu jauh dari kantor.

Dan itupun aku alami, mulai dari mengunjungi pameran-pameran perumahan, melihat-lihat lokasi dan menyiapkan dana minimal untuk uang muka. Minggu kemarin, aku ke daerah Cibiru. Disana banyak perumahan-perumahan baru, dan kebetulan orang tuaku punya sebidang tanah disana yang dibuat kebun. Awalnya aku bingung sekali menentukan apakah membangun rumah di kebun dengan lingkungan kampung atau membeli rumah di perumahan. Aku lebih sreg memilih perumahan, mungkin karena aku sejak kecil sudah tinggal di perumahan. Tapi luas tanahnya kebanyakan kecil, kalaupun luas harganya tidak terjangkau. Di dekat kebun ortu, disana ada pemukiman, sepertinya itu ada orang yang membeli sebidang tanah kemudian menjual kavling-kavling dan membangunnya menjadi perumahan. Tersedia 72 unit disana dengan tipe 36/84 dan 46/104. Aku berencana memilih tipe 36/84 dengan rumah menghapap ke timur. Ada yang bersedia urun saran untuk saya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s