Outbond di Sari Ater

Aku lupa cerita tentang acara yang satu ini…outbond protokoler ITB, pada tanggal 28 Juni 2008. Acaranya seru banget….lumayan untuk penghilang stres setelah rutinitas bekerja. Outbond ini diselenggarakan di Sari Ater Hot Spring Resort Subang. Pada h-1 acara ini, deadlin tugasku di kantor untuk perencanaan anggaran harus diselesaikan pada hari Sabtu, 28 Juni 2008 pukul 12.00 wib. Ini membuat aku hampir saja membatalkan keikutsertaan aku di outbond. Tetapi sore harinya ada pemberitahuan bahwa deadline itu dimundurkan menjadi Senin, 30 Juni 2008. Walau begitu, karena masih banyaknya data yang harus diinput aku merasa bimbang, apakah ikut outbond atau tidak, karena satu sisi tugasku harus diselesaikan dan satu sisi aku sudah konfirm ikut outbond pasti sudah dibudgetkan. Akhirnya atasanku memutuskan untuk lembur di hari minggu, karena beliau juga hari sabtunya ada acara yang tidak bisa dibatalkan. Maka ikutlah aku ke Sari ater walaupun tetap saja masih memikirkan kerjaan.

Kami berkumpul di kampus pukul 06.00 wib, lalu kami dibagi kaos, topi dan roti untuk sarapan. Pukul 07.30 wib kami berangkat menuju Sari Ater dengan menggunakan 2 bis kampus dengan waktu tempuh ± 1,5 jam. Kami sampai di Sari Ater sekitar pukul 09.00 wib. Kami disambut oleh kakak-kakak mentor outbond dengan ramah dan acara outbond pun dimulai.

Permainan pertama, kami diminta untuk mencari nama kami tertera di 5 tempat topi pak tani yang disimpan di atas sebatang bambu ± 2.5 m dengan posisi berdiri dan aturannya kami tidak boleh memegang bambu tersebut dan kami harus membubuhkan tandatangan di dekat nama kami. Alhasil kami berlarian dari satu topi ke topi yang lain. Aku menemukan namaku tertera di topi nomor satu, dan untuk membubuhkan tandatangan, teman-teman yang berada di sana membantu dengan merelakan punggungnya untuk dinaiki olehku. Butuh kerjasama tim. Itulah permainan pertama. Karena namaku ada di topi nomor satu maka aku masuk kelompok satu dengan 13 orang lainnya. Hanya aku yang protokol dari pegawai yang lain adalah protokol dari mahasiswa.

Permainan kedua, kami diminta buat lingkaran, kemudian berhitung, dan setiap yang kebagian kelipatan 3 diminta untuk teriak ”HUH” sambil menghentakkan kaki dan mengepalkan tangan. Jika ada yang salah, maka hitungan dimulai lagi dari pertama dengan starting point orang yang melakukan kesalahan. Pada permainan ini aku dan dini yang paling banyak melakukan kesalahan. (jadi malu niy).

Permainan ketiga, masih dalam posisi membentuk lingkaran, masing-masing orang diminta membuat pernyataan tentang sifat, kebiasaan atau apapun kecuali fisik. Siapa yang merasa sesuai dengan pernyataan tersebut harus bergeser kesamping kanan dan permainan berakhir jika semua anggota kelompok sudah berada di satu barisan yang sama.

Setelah permainan ketiga ini kami istirahat, makan siang dan sholat. Capek juga rasanya. Tepat pukul satu setelah satu jam beristirahat, permainan pun dilanjutkan.

Permainan keempat, yaitu wall climbing dan flying fox….ini paling seru buat aku karena ini adalah pertama kalinya aku berani mencoba. Ternyata seru dan bikin ketagihan.

Permainan kelima, yaitu kami di beri kertas dengan 9 titik dan diminta menggambarkan lima buah garis dan semua titik terlewati tanpa harus mengangkat pulpen dari kertas. Hanya satu orang yang berhasil melakukannya. Lalu kertas yang kedua dengan 16 titik.

Permainan keenam, kami diminta membuat lingkaran kecil, tangan kiri diulurkan ke tengah lingkaran dan kemudian tangan kanan kami memegang tangan kiri orang yang berada di seberang. Setelah berpegangan kami diminta untuk membuat lingkaran besar tampa membuka ikatan tangan kami.

Permainan ketujuh, kami minta berpegangan tangan kemudian seorang dari ujung kanan menjadi titik pusat, dan teman-teman yang lain membuat lingkaran seperti lingkaran obat nyamuk sampai posisi kami rapat sekali dan tidak boleh lepas. Setelah itu kami diminta mengambil bola kecil berwarna merah di beberapa titik. Panas, sesak, dan terinjak teman itu rasanya, walaupun dengan susah payah akhirnya kami bisa mengambil bola-bola itu.

Permainan kedelapan, kami diminta membuat dua grup kecil, kemudian grup yang pertama membuat bangunan dari balok warna warni dan masing-masing group dipisahkan oleh kain. Setelah menjadi bangunan, salah seorang dari group pertama mendeskripsikan kepada group kedua tentang balok-balok tersebut, kemudian group kedua membangun bangunan dari balok dengan mengikuti instruksi dari group pertama. Setelah selesai diperiksa apakah bangunan dan susunan baloknya sama antara group pertama dan group kedua.

Permainan kesembilan, dilakukan oleh semua peserta, kami diminta mengisi ember besar yang sudah diberi lubang-lubang dengan air. Jarak antara ember berlubang dengan ember air adalah ± 10-15 m.

Dan permainan terakhir adalah permainan mengibarkan bendera setinggi 30 m, dari bambu-bambu. Nah ini bagian yang dulu ikut pramuka. Setelah berhasil mengibarkan bendera, dilakukanlah acara penutupan. Akhirnya selesai juga acara outbond kami. Walau terasa capai dan lelah tetapi hati kami merasa senang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s