Menjadikan Sabar Sebagai Prinsipku

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa seorang pria berkata kepada Nabi Muhammad saw. “Beri aku nasehat”, Nabi berkata “Jangan suka marah”. Pria itu mengulang permintaannya beberapa kali, dan Nabi menjawab “Jangan suka marah”. (Al Bukhori)

Orang yang menahan kemarahan dan memberi maaf kepada orang lain. Alloh cinta orang yang berbuat kebaikan. (Ali Imran 3:134)

Mengendalikan amarah dan memberi maaf adalah sesuatu yang sangat sulit. Maka dari itu Alloh menyukai orang-ornag yang mampu mengendalikan amarahnya.

“Wahai umatku, kalian harus tenang, karena terburu-buru dan tergesa-gesa itu tidaklah bijak (Al Bukhori)

“Hanya orang-orang yang bersabar yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan” (Az-Zumar 39:10)

Cerita tentang anak kecil dan telur ayam :

Seorang anak perempuan melihat ada beberapa telur ayam di kandang. Dia ingin melihat anak ayam menetas. Setiap pagi dia melihat ke kandang, tapi dia harus kecewa karena telur itu belum menetas. Karena tidak sabar pada hari ketiga dia memutuskan bahwa telur itu harus menetas, dia akan membuka cangkang telur itu.

Saat itu ada 2 hal yang bisa anak perempuan itu lakukan :
1. Membuka cangkang, atau membanting telur itu dalam kemarahan dan ketergesaan
2. Menunggu dengan penuh kesabaran sampai telur itu menetas dengan sendirinya

Jika anak perempuan itu adalah aku, aku akan memilih cara kedua, aku ingin melihat anak ayam yang berlarian di halaman dengan sehat, bukan melihat noda telur yang lengket di lantai.

One thought on “Menjadikan Sabar Sebagai Prinsipku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s