Ketika Doa Belum Terkabul

Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

SAUDARAKU, kita pasti kerap memanjatkan doa kepada Allah. Ya, kepada siapa lagi kita akan meminta selain kepada-Nya. Akan tetapi di pihak lain, masalah dikabulkan atau tidaknya sebuah doa adalah hak mutlak Allah. Semua itu urusan Allah. Yang lebih penting, kita harus memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa berdoa kepada Allah dengan cara terbaik dan bisa menjadi lebih baik dengan doa tersebut. Pikirkanlah proses dan keikhlasan kita dalam berdoa, bukan pada masalah terkabul atau tidaknya.

Sesungguhnya, doa sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah SWT sebagai sarana yang kokoh dan strategis untuk kesuksesan dunia dan akhirat kita. Oleh karena itu, sungguh suatu kerugian yang amat besar bagi siapa pun di antara orang-orang beriman yang tidak menyadari dan memanfaatkan secara optimal kekuatan doa.

Allah Maha Mengetahui apa pun yang akan terjadi. Maha Mengetahui segala yang tidak diketahui manusia, dan Mahakuasa untuk mem-beri tahu atau mencegah perbuatan apa pun sekehendak-Nya. Dia menjanjikan akan menolong orang yang berdoa kepada-Nya dan janji-Nya ini adalah pasti benar. Subhanallah! Sungguh, Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. ”Inna-llaha laa yuhliful mi’aad” (Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji-Nya). (Q.S. Ali Imran 3 : 9)

Kalau kita telusuri lebih jauh, sebenarnya doa yang kita panjatkan adalah upaya bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla sebagai konsekuensi keyakinan kita kepada-Nya. Doa adalah puncak pengungkapan penghambaan kita kepada-Nya serta puncak pengungkapan tentang kesadaran akan kelemahan, peng-harapan, dan kecintaan dari seorang hamba di hadapan-Nya.

Agar doa dapat efektif dikabulkan oleh Allah, kita harus tahu betul muatan atau kualitas doa yang akan dipanjatkan. Kita pun harus tahu cara atau etika dalam berdoa. Di samping itu, jangan lupa untuk senantiasa menjaga kebersihan mulut, kebersihan hati, dan tubuh kita ketika berdoa. Kita pun harus tahu saat-saat yang makbul, tempat yang makbul, juga daya dorong berupa keyakinan, serta kesungguhan dalam berdoa. Apabila semua ini dilakukan dengan optimal, niscaya kita akan kaget bahwa begitu dekat terkabulnya doa yang dipanjatkan.

Sahabat, sungguh Allah Mahamengerti apa-apa yang terucap dari mulut kita. Bahkan, Allah Maha Mengetahui sekecil apa pun hal yang terlintas di hati dan pikiran kita. Oleh karena itu, tetap teguhkan keyakinan bahwa sesungguhnya Allah SWT benar-benar mendengar dan akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya, sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat al-Baqarah 2 : 186, ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada di dalam kebenaran.

Saudaraku, hal terpenting dalam hidup adalah perubahan diri menjadi lebih baik. Demikian pula dengan doa, ia harus menjadikan setiap yang melakukannya menjadi lebih baik karena salah satu hakikat doa adalah penuntun kita untuk mengubah diri menjadi lebih baik.
Adapun perbaikan kepribadian kita, bisa terjadi melalui rentetan musibah. Allah Mahatahu dan faham melalui pintu mana kita bisa berubah. Apabila rentetan musibah tersebut menjadikan kepribadian kita berubah ke arah yang lebih baik, inilah yang menjadi esensi sebenarnya dari doa-doa yang kita panjatkan. Andai doa-doa kita, rintihan kita atas berbagai musibah yang terjadi malah menjadikan jiwa kita kerdil, malas, dan pesimis, berarti kita tidak mampu menangkap hakikat dari doa kita.

Jadi, apabila kita merasa doa kita belum terkabul, tidak berarti karena Allah tidak mengabulkan keinginan kita. Bukan karena Dia tidak memerhatikan permohonan hamba-hamba-Nya, melainkan bisa jadi karena hamba itu tidak mau membenahi dirinya, enggan lepas dari kebiasaan buruknya, dan merasa malas untuk meningkatkan ibadah.
Dengan demikian, introspeksilah diri! Lihat apa kekurangan-kekurangan kita dan pikirkan apa yang mesti kita lakukan agar Allah berkenan mengabulkan doa kita. Seperti meminta padi berbuah bagus, tetapi kita tidak pernah bergairah mencangkul dan memberi pupuk, maka doa kita adalah doa yang hampa.

Lalu, bagaimana caranya agar doa kita di-ijabah? Sebagaimana halnya ketika kita akan meminta sesuatu kepada manusia, biasanya ada prosedur atau tata cara tertentu yang harus kita lakukan. Apalagi bila yang akan kita mintai pertolongan adalah Allah Azza wa Jalla, Dzat yang Mahaagung. Tata cara utama yang harus kita perhatikan di antaranya mengenai adab, tempat, dan waktu ketika kita berdoa. Hati harus bersungguh-sungguh dan merasa didengar saat berhadapan dengan Allah. Rasakanlah walaupun mata kita tidak melihat-Nya, sangat pasti Allah Azza wa Jalla akan melihat kita. Semoga dengan pemahaman yang semakin mendalam tentang hakikat doa, kita akan menjadi hamba ahli doa. Adapun karakteristik hamba ahli doa setidaknya ada empat.

Pertama, ia memiliki tujuan yang jelas dalam hidup. Doa adalah target kehidupan. Dari sini kita lihat bahwa doa adalah pupuk, yang terpenting adalah bibit berupa usaha. Misal, doa sapu jagat. Kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat harus menjadi tujuan hidup. Tentunya kita harus mau berusaha dan berproses untuk mendapatkannya. Dilihat dari hal ini, doa adalah pupuk dan ikhtiar adalah bibit. Orang yang bagus doanya akan terprogram hidupnya. Ia memiliki target dan perencanaan untuk memenuhi target tersebut.

Kedua, ia akan senantiasa bersikap wara. Seorang ahli doa tidak akan mau tersentuh barang haram. Sebab, doa akan terhalang kalau dalam badan kita terdapat barang haram. Rasulullah saw mengatakan bahwa orang yang akan diterima ibadah dan dikabulkan doanya adalah orang bersih dari harta haram.

Ketiga, seorang ahli doa akan selalu berbaik sangka (husnudzan) kepada Allah Azza wa Jalla. Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Kalau kita selalu memandang baik apa yang dilakukan Allah, tidak berburuk sangka, insya Allah hidup kita akan bahagia. Apa pun yang terjadi, pasti baik hasilnya karena semua datang atas seizin Allah.

Keempat, seorang ahli doa akan senang menolong, mempermudah, dan tidak mempersulit orang lain. Dia tahu bahwa Allah akan menolong seorang hamba yang suka menolong saudaranya. Allah akan mempermudah urusan seorang hamba bila hamba tersebut selalu mempermudah urusan orang lain. Yakinlah, semakin gemar kita menolong orang lain, akan semakin mudah pula doa kita dikabulkan, bahkan diberi yang lebih baik.

Sahabat yang budiman, sekali lagi hakikat doa sebenarnya ada pada bagaimana kita semakin dekat kepada-Nya. Akibatnya ialah, akhlak kita akan terlihat dan terasa makin tinggi dan cemerlang. Masalah kebutuhan duniawi? Toh, Ia tak pernah lupa memberi. Ambil contoh, kita tidak berdoa meminta makanan, ternyata ada saja yang memberikan makan. Dulu kita tidak memohon baju, tetap saja Allah menyediakan jalan agar kita berpakaian. Wallahu’alam. ***

19 thoughts on “Ketika Doa Belum Terkabul

  1. aslkm,, artikel yang sangat bagus..
    apakah anda mengetahui doa untuk mempermudah urusan???
    saya hanya membaca doa ayat kursi untuk membantu mental saya jika bimbingan dengan dosen yang kejam..

  2. semoga kita senantia ada dalam jalanNya. Biarlah Allah SWT yang akan memilihkan untuk kita & senantiasa menjadi hamba yang selalu memperbaiki kwalitas diri,agar lebih baik lagi

  3. Subhanallah artikel yg sangat bagus sekali..menyadarkanku bahwa qt tlalu sombong untuk menuntut terkabulnya doa qt.ya allah maafkan hambamu yg hina ini..

  4. Semoga kita sentiasa dalam petunjuk Allah. Ya Allah ampuni kefakiran hamba yang sering berburuk sangka pada takdir pilihan Mu

  5. saudara-saudaraku sesama muslim………
    do’a tidak akan terkabul tanpa adanya usaha dari dalam diri kita……
    kalo hanya pasrah saja….
    za kapan mau dikabulkan…?!

  6. saya amat terkesan dng karyamu, menumbuhkan motifasi dlm hidup saya yang tengah galau, karena menunggu doa yg udh lama saya minta tapi tak kunjung jua ada, semoga saya and kita semua bisa lebih bijak dlm meminta n berusaha, amien amien, tks ea sodara seiman qoe,, ^_^

    *egaaja muyak*

  7. Saya sangat percaya dengan ungkapan ikhlas? Saya mgkn orang terzalim yang ada, namun Allah maha pengampun dan penolong masih memberi saya kesempatan untuk berbenah diri. Yang saya ingin sampaikan Allah mgkn tidak memberikan langsung apa yang kita inginkan namun Allah pasti akan memberikan apa yang kita butuh kan, dan Allah maha pendengar segala Do’a.

  8. tetap semangat dan bersabar walau doa kita belum dikabulkan,dan tetap optimis bahwa allah ta’ala akan mengabulkan doa kita….karna allah lebih tahu dari kita apa dan kapan rezeki itu untuk kita….

  9. iya kadang kita mrasa percuma td kt mst sbar..allah tau ko yg trbaik buat kt bhkan tnpa kt minta dan berdoa aj allah tau harapan dan keinginan kt.,tnggal kt,a aj yg sbr dan trs brusaha

  10. saya punya temen, dulu saya dekat sekali sama dia, tapi sekarang dia jadi sombong sama saya, saya ga tau salah saya dimana, mungkin suatu saat nanti, Alloh akan mengabulkan doa saya, untuk berdamai dengan dia. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s