Pantai Pangandaran (Lagi)

Sabtu, 16 Januari 2010 aku ke Pantai Pangandaran bersama rombongan dari kantor bapak, berangkat dari Bandung pukul 08.10 WIB. Perjalanannya santai walau di beberapa daerah hujan deras mendera, tapi secara umum perjalanannya lancar. Kami tiba di disana pukul 14.15 WIB, alhamdulillah cuaca disana sedang bersahabat.

Setelah sholat, istirahat dan makan siang, yang pertama dilakukan adalah ke pantai, sekedar main-main air saja, lalu mengantar ibu ke pasar ikan di pantai timur untuk membeli oleh-oleh. Setelah kembali ke penginapan, acara selanjutnya adalah bersepeda keliling-keliling pantai. Lumayan melelahkan. Saat magrib berkumandang, dilanjut dengan bersih-bersih mandi, sholat kemudian jalan-jalan ke pantai timur lagi untuk makan seafood, my favorite. Makanan yang kami pilih yaitu ikan kakap merah asam manis perkilonya Rp 45.000 untuk bapak ibuku, sedangkan aku memilih udang saus mentega perkilonya Rp 50.000 dan cah kangkung. Puas sekali makan malam itu. Setelah makan kami pun kembali ke penginapan dan beristirahat.

Pagi-pagi setekah mandi dan sholat subuh, aku dan ibuku kembali lagi ke pantai timur untuk melihat matahari terbit, sementara bapak hanya di penginapan karena kakinya masih sedikit nyeri. Sambil menunggu matahari, aku pun membeli seafood kegemaranku yaitu cumi saus tiram untuk sarapan. Nyam nyam. Rasanya gurih sekali karena masih segar-segar. Harganya Rp 45.000 / kilo.

Akhirnya matahari itu pun terbit, setelah dari pantai timur, aku dan teman-teman menuju ke pantai barat untuk berenang. Wah pengalaman pertama aku berenang di laut karena sebelumnya belum pernah merasakan karena rasa takut kerap menghampiri. Setelah puas berenang, kami pun kembali ke penginapan untuk bersih-bersih. Perjalanan berikutnya adalah ke Cagar Alam. Disini perjalanannya cukup melelahkan karena naik turun bukit, namun ada sesuatu yang baru yang aku temui disini, aku bisa melihat kumpulan lutung hitam yang bergelayutan di atas pepohonan hutan. Setelah puas di cagar alam, aku , the nining dan ihsan penasaran dengan permainan air Banana Boat, dengan rasa takut-takut kami memberanikan diri untuk mencobanya. Ternyata waktu di tarik oleh perahu sih biasa saja, hanya cukup mengerikan karena dibawa ke tengah laut, yang memacu adrenalin ketika tiba-tiba saja perahu menambah kecepatannya dan kemudian membuat banana kami ke kiri dan kanan lalu terceburlah kami ke laut. Untungnya kami memakai pelampung. Seru sekali. Ada beberapa permainan air disana yaitu : Banana Boat, per orangnya Rp 50.000, Donut Boat Rp 150.000/2 orng, jetski Rp 150.000. Untuk kunjungan berikutnya aku rasa aku ingin mencoba Donut Boat kelihatannya lebih seru.

Setelah seluruh pakaian kami basah semua, kami pun kembali ke penginapan untuk bersih-bersih, setelah itu salah satu teman mengajak aku ke Taman Laut. Walau sudah pernah namun akhirnya aku mengantarnya. Perjalanannya lumayan seru dan mengerikan karena pada saat itu ombak dan angin sedang besar-besarnya, kami diantar perahu melihat taman laut, pasir putih, batu karang di tengah laut yang sering dipakai menyimpan sesaji saat pesta laut, lalu batu yang mirip seperti orang bersemedi itu pun ada legendanya (lupa namanya apa), lalu tempat penyu bertelur dan gua sarang walet. Alhamdulillah akhirnya kami bisa selamat sampai merapat kembali ke pantai. Setelah itu kami melakukan persiapan pulang, dan pukul 14.10 WIB, kami pulang menuju Bandung dengan membawa kenangan yang menyenangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s