Agar Hati Selalu Damai

Hati akan selalu damai bila kita dapat mengelolanya dengan baik. Dan mengelola yang baik adalah dengan mengikuti petunjukan Sang Pembuat hati tersebut yakni Allah SWT yang dalam firmanNya menyatakan “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d (13) ayat 28).

Lalu bagaimana cara mengingat Allah? Lakukan dengan POWER. Power yang berati menguatkan diri untuk selalu dekat dengan Allah dan juga sebagai rumus sebagai berikut: Pelajari sejarah orang-orang besar (shaleh). Obati hati dengan Al-Qur’an, Waspada dengan kemaksiatan. Enyahkan kemalasan dan Rendah hati jangan dilupa.

Pelajari sejarah orang-orang besar. Cobalah kita menyimak perjalanan orang-orang shaleh yang dengan sungguh-sungguh mebersihkan hati dan dirinya untuk menjadi insan yang bertaqwa. Para nabi dan rasul serta sahabat termasuk juga orang-orang yang kembali ke jalan Ilahi yang sebelumnya hidup dalam kemaksiatan dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya. Betapa teguh dan gigihnya mereka untuk mempertahankan dan mengaktualisasikan imannya. Mereka harus melewati segala rintangan dan ujian dari yang ringan hingga yang berat. Dari sekedar caci maki, sindiran, dikucilkan hingga jiwanya menjadi korban pun ia siap semata-mata hanya untuk selalu dekat dan bersama Allah SWT. Baca buku-buku perjalanan para Nabi atau Sahabat atau juga Tokoh-tokoh kontemporer yang hanya karena ia komitmen untuk menjadi Muslim sejati, ia siap untuk mengorbankan segalanya.

Obati hati dengan Al-Qur’an. Sebagaimana kita ketahui bahwa nama lain dari Al-Qur’an adalah As Syifa’ yang berarti Obat. Artinya bahwa hati ini akan bisa lebih tenang bila kita merasa selalu bersama Allah. Dan untuk itu hendaklah kita selalu mendengarkan dan membacakan apa-pa yang telah Allah Firmankan. Dengan kata lain sering-seringlah membaca Al-Qur’an dengan rutin dan pelajari isinya melalui sarana pengajian atau majelis taklim, karena dengan demikian hati kita selalu terisi dengan cahaya-cahaya Ilahi.

Waspada kemaksiatan. Hindari segala macam jalan yang akan menuju kita ke arah kemaksiatan. Jangankan untuk berbuat namun harus dihindari sebelumnya artinya lebih kepada tindakan preventif (pencegahan), sebagaimana Allah memfirmankan untuk tidak mendekati zina, bukan untuk tidak berbuat zina. Bentengi diri dari berbagai macam kemaksiatan baik dari yang kecil maupun yang besar.

Enyahkan kemalasan. Mari kita mendobrak kemalasan. Ya, malas memulai melakukan sesuatu adalah dalih yang paling berbahaya. Hal ini karena ia membunuh potensi Anda. Ketika rasa malas muncul, Anda akan tampil di bawah performance maksimal Anda, sehingga Anda menjadi kurang bernilai dan kurang bermanfaat di hadapan diri sendiri dan orang lain. Padahal Nabi telah menganjurkan setiap orang agar bermanfaat untuk lingkungannya. “Yang paling baik di antaramu adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” Termasuk malas untuk melaksanakan segala apa yang telah Allah perintahkan baik itu yang bersifat wajib maupun sunnah. Banyak alasan dari belum melakukan sesuatu, mungkin karena sibuk dengan kegiatan lain, belum merasa urgen (terdesak), belum merasakan manfaatnya, belum memiliki kemampuan, dan lain-lain. Anda mempunyai berbagai alasan terhadap ketidakmauan Anda melakukan sesuatu. Namun alasan yang paling berbahaya adalah ketika Anda tidak melakukan sesuatu karena malas memulainya!.

Jangan pernah merasa takut bila menganggap Allah tidak akan menerima amalan kita karena kita telah banyak dosa. Namun yakinlah bahwa Allah tidak akan sedikit pun lengah untuk melihat dan mencatat segala amalan-amalan baik kita kapanpun dan di manapun kita berada.Pola hidup inilah yang harus dimiliki orang-orang yang optimis dan tak mengenal putus asa. Karena putus asa hanya milik orang yang kafir terhadap nikmat Allah, bukan milik orang yang beriman kepada Allah. “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, kecuali orang yang kafir” (QS. 12: 87).

Rendah hati jangan di lupa. Kerendahan hati (tawadhu) adalah sifat yang harus kita miliki jika ingin sukses. Kerendahan hati adalah lawan kata dari takabbur (sombong). Seseorang belum dikatakan rendah hati kecuali jika telah melenyapkan kesombongan yang ada dalam, dirinya. Semakin kecil sifat kesombongan dalam diri seseorang, semakin sempurnalah ketawadhu’annya dan begitu juga sebaliknya.

Implementasi dari rendah hati adalah bahwa ia harus selalu bersyukur akan segala nikmat yang Allah berikan. Ia tidak merasa gundah gulana melihat orang lain mempunyai kelimpahan harta da kemewahan. Ia juga tidak merasa sombong dengan apa yang dimilikinya dibandingkan mereka yang memiliki kekurangan. Hanya Allahlah tempat ia bersyukur dan mensykuri segala nikmat yang diberikannya dengan hanya mengharap segala keridhoan dariNya dengan apa yang telah diberikan.

Insya Allah dengan kita menjalankan POWER, kita akan merasa dekat dengan Allah. Dan bila kita dekat dengan Allah, hati kitapun akan tenang, tentram dan damai.

(sumber : era muslim)

11 thoughts on “Agar Hati Selalu Damai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s