Hikmah dari seorang Pepeng

Tadi malam, aku lihat acara di salah satu televisi swasta, yaitu Satu Jam Lebih Dekat Bersama Pepeng. Tersentuh melihat acara ini, seperti acara lainnya yang menampilkan kisah perjuangan seorang Ferasta Soebardi (Pepeng) melawan penyakitnya, selalu menggugah kesadaranku dalam memaknai hidup.

Beliau menderita suatu penyakit langka yaitu Multiple Sklerosis yaitu merupakan jenis penyakit yang bisa melemahkan syaraf Motorik, Sensorik serta Otonom. Pada stadium tertentu apabila sampai penderitanya terkena syaraf otonom di otak dapat mengakibatkan salah perintah.

Beliau tidak bisa bangun selama 4 tahun, dengan pengobanan materi yang tidak sedikit, ditemani istri tercintanya Mbak Tami, Subhanallah rasanya, melihat mereka berdua tetap bisa tersenyum menghadapi hari-hari yang pastinya terasa berat.

Ada satu pernyataan beliau yang membangkitkan semangatku yaitu “Berdamai dengan penyakit, terima dengan ikhlas, agar yang dirasakan hanya sakitnya fisik bukan jiwa.” Satu sisi aku merasa jiwaku sedang terluka, namun seperti kata Beliau, rasanya aku harus berdamai dengan masa laluku, dengan orang-orang yang kurasa telah melukaiku, dengan semua kekecewaanku. Walau aku ikhlas, namun terkadang rasa sakit itu menghampiri lagi, rasa trauma yang selalu aku tutupi dengan keceriaan terkadang membuat diri ini lelah. Namun ku tahu aku harus berjuang, karena hidup adalah perjuangan menuju ridhaNya, menuju kasih sayangNya, menuju syurgaNya. Belajar tegar dan ikhlas dengan semua rasa sakit, mudah-mudahan ini akan mengurangi dosa-dosaku. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s