Cinta PilihanNya

Ketika terakhir kali merasakan patah hati pada seseorang yang aku anggap paling sempurna untuk mendampingi hidupku, saat itu seakan dunia runtuh, ternyata akhirnya aku tahu bahwa itu hanyalah angan-angan dari lidah yang tak bertulang, hanya kebahagiaan semu yang bukan karenaNya.

Disaat-saat hampir merasakan sayap ini patah, jiwa ini selalu menangis dan mengadu padaNya, saat itu aku berdoa bukan ingin yang seperti ini itu lagi, tapi aku minta yang terbaik menurut pilihanNya, siapapun dia, jika dia yang terbaik menurutNya pasti akan dimudahkan jalannya.

Perkenalan yang tidak memakan waktu lama sampai akhirnya dia menyatakan keseriusannya untuk meminang setelah melewati istikharah. Dia hanya seorang laki-laki yang biasa saja, penampilannya tidak perlente, usianya lebih muda setahun, yang sebenarnya bukan kriteria yang aku cari selama ini. Namun dia punya niat yang kuat dan ikhlas, dan semua semata-mata ia lakukan untuk beribadah, untuk lebih dekat denganNya. Saat itu perasaan aku biasa saja, tidak ada rasa ingin menolak dan tidak juga begitu senang dengan kata-katanya. Hanya dalam hati aku berdoa, jika dia pilihanNya pasti semua akan terasa mudah.

Mulailah dengan proses yang lebih serius setelah berkenalan dengannya selama satu setengah bulan.

Minggu pertama,  saatnya dia bertandang ke rumah menemui orang tua, saat itu orang tua yang mempunyai berbagai macam kriteria pun akhirnya memilih menomorsatukan agama. Dan dimata kedua orang tuaku  pun dia lulus untuk hal satu itu.

Minggu kedua, saatnya aku yang mengunjungi calon mertua di Jakarta dan berkenalan dengan sebagian besar keluarganya, dan terasa orang tuanya begitu menyambut hangat, begitu pula dengan calon kakak-kakak iparku, terutama calon keponakan-keponakan aku yang ganteng-ganteng. Saat itu bapak ibu bertanya apa bisa mereka bersilaturahmi ke Bandung sekalian menentukan tanggalnya. Aku pun merasa inikah jawaban dari semua doaku? Karena aku meminta seseorang yang terbaik menurutNya dan memudahkan segala urusanku.

Minggu ketiga, keluarga kami yang hanya terdiri dari 2 orang uwak aku dari ibu, sepupu aku, dan adik aku pun bersiap menyambut kedatangan tamu dari Jakarta. Tepat pukul 10.30, akhirnya mereka sampai di Bandung, sampai lewat pembicaraan yang lumayan seru dan alot sampailah pada keputusan bahwa kami akan menikah tanggal 2 Mei 2010 yaitu hanya selang satu minggu setelah acara lamaran ini. Antara percaya dan tidak, rasa kaget dan was was, dari aku sendiri dan terutama orang tuaku.

Alhamdulillah dalam waktu satu minggu, banyak sekali pihak-pihak yang telah ikhlas membantu kami sekeluarga, terutama pihak kakak sepupu yang bersedia menyiapkan segala keperluan akad, mulai dari undangan, tenda kursi, catering dan lain-lain. Walau hanya sebuah acara sederhana, namun ternyata cukup menguras pikiran dan tenaga juga.

Minggu keempat, tibalah tanggal 2 Mei itu, saat yang tergaris oleh takdirNya, akhirnya ijab kabul itu dapat berlangsung dengan lancar. Alhamdulillah mulai tanggal 2 Mei 2010, pukul 10.00 WIB aku resmi menjadi seorang istri dari seorang  pria yang insyaalloh menjadi pilihanNya untuk aku yaitu Setya Darmawan.

Terimakasih syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, pada kedua orang tua, pada kakak-kakak dan adik-adik kami, pada keluarga besar kami, juga pada semua pihak yang telah membantu kami dalam mewujudkan niat suci kami.

Mohon maaf kepada teman-teman dan saudara-saudara yang tidak sempat kami undang dalam acara akad nikah kami, karena keterbatasan waktu dan tempat.

Doakan agar kami menjadi keluarga islami yang sakinah, mawaddah dan warahmah, selalu dalam lindungan dan kasih sayangNya.Amin.

11 thoughts on “Cinta PilihanNya

  1. Alhamdulillah….aku seneng banget…
    pertama denger teh winda.. mau nikah…

    Tapi “bodor” juga… yaa….
    tanggal nya itu… kita beda sehari…… hihihih…
    aku tanggal 01 MEI 2010 dan teh winda 02 MEI 2010
    hihihi…

    tapi beneran..aku sennneeeeeengg,.,, banget… jadi bisa,, Sharing… bareng2..
    menjalani fase kehidupan…. tidak sendirian… ada temen…. bisa saling belajar dan bisa saling berbagi…

    Meskipun kita sahabat dekat.. tidak bisa saling menghadiri pernikahan sahabatnya….
    hehehehe…..
    tapi.. jangan lupa.. ntar tanggal 5 JUNI… dateng yaa.. dengan Suami mu.. teh…
    aku tunggu… ^^

    pokoknya…. selamat yaaaa… teh..

    Mari kita saling mendoakan… menjadi keluarga yang Islami dan samara… sakkinah mawwadah wa rrohmah… ammmiinn….

    nb :
    Sama Aa nya teh winda… salam kenal ya… ^^

  2. aku terharu bacanya…
    mba ku yang geulis Happy Wedding yah😛
    selalu mba bila Tuhan punya cara pasti akan buat kita tersenyum dan bersyukur,
    i hope someday it’s turn to me😀

    • @dila : iyah la…bener2 gak sangka, apalagi aq yg gak ada rencana dan bayangan buat menikah🙂

      @leny : iyah Len..semua indah pada waktunya..sabar dan terus berdoa ya…

  3. Selamat ya,
    Saya senang baca tulisan di blog ini, semoga tulisan mbak bisa mengilhami saya , karena saya punya masalah sama ..trims..Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s