Kontraksi Prematur

Minggu lalu, tepatnya hari selasa tanggal 15 Maret 2011, perut aku terasa kencang banget. Biasanya itu berlangsung sore sampe malam hari, itu pun sebentar saja, setelah dielus-elus biasanya lunak lagi. Tapi hari itu dari pagi terasa kencang, dan makin menjadi setelah siang hari. Terus menerus sampai perut terasa mau meledak, seperti balon yang terlalu banyak gasnya. Sakit sekali. Buru-buru aku pulang ke rumah, setelah sampai rumah aku istirahat sekitar 30 menit. Tapi perutku tidak kunjung membaik, saking khawatirnya aku memutuskan untuk kontrol ke dokter, berangkatlah aku pukul 18.30 wib.

Dokter kaget setelah periksa perut ku, iyah ini kenceng banget, dari kapan? Aku cerita dari kemarin malam sudah terasa. Dokter lalu bilang, jangan sampai ini berkelanjutan, ini kontraksi prematur, karena ketuban bisa pecah, bisa-bisa lahir prematur, kasian bayinya masih terlalu kecil dan paru-parunya belum sempurna. Aku diberi obat duvadilan, hanya saja dosisnya dinaikkan, dari tadinya 1/2 tablet sehari, sekarang 1 tablet sehari. Dan harus bedrest selama 3 hari.

Aku malah sudah dianjurkan cuti, waduh sayang dong kalau harus cuti dari sekarang, ntar kalau dedeknya lahir cuma kebagian sedikit waktu bersamanya. Sementara minta istirahat aja ya Dok. Akhirnya aku harus bedrest selama 3 hari. Selagi bedrest keadaan tidak membaik sama sekali, masih kencang, masih sakit, tidurpun tidak nyenyak. Padahal berbagai saran sudah dipraktekkan, yang mulai dari tidak banyak bergerak, tidak banyak jalan, tidak stress, semua sudah dilakukan.

Jumat malam, suamiku datang, dia elus-elus perut aku sambil bilang, dedek jangan buat perut mama kenceng, kasian mamanya. Lalu suamiku berdoa. Setiap sholat kami sholat berjamaah minta perlindungan Alloh SWT.

Subhanalloh, esok harinya aku bisa bangun tanpa nyeri di perut lagi, udah gak kenceng-kenceng lagi. Malah sabtu itu bisa ngepel, masak. Sampai minggu keadaan normal tidak terasa apa-apa. Namun begitu minggu sore suamiku kembali ke Jakarta, mulai deh perut agak kenceng lagi, dan malamnya pun perut ini terasa kencang kembali. Dedek pengen ada papa ya dek…mama juga, tapi kita harus sabar dek😉

8 thoughts on “Kontraksi Prematur

  1. aku doain dedek nya baik2 ajah yah mba, dan papanya dedek dan mba bisa kumpul segera nga pisah2 lagi.
    nti klu lagi elus2 titip pesan y mba buat s dedek begini ‘dedek yg sabar yah biar pas waktu nya keluar kasian mama dan dedek nya klu dedek kontraksi terus, mama tahu kamu sdh ga sabar mau lihat tante leny pasaribu yang cantik itu’ hehehe hahaha hihihihi sehat selalu y mba sama s dedek jgn stress nonton OVJ ajah hihihihi hahahahha hehehehe

  2. sampe skr (34 minggu) dr sejak minggu 28 .. posisi janinku msh melintang lalu malah sungsang..sama kepala disebelah kiri atas dan kaki di kanan bawah… Aku coba buat sujud tp ga kuat nahan beban tubuh..leher, punggung dan lutut sakit semua setiap sujud knee chest position… Gimana sama Mbak winda? dedek bayinya bisa pindah y akhirnya?? diusia kandungan berapa minggu??

    • sampe lahir dedeknya gak mau muter, udah PW (posisi wenak) kayaknya😀
      akhirnya setelah berusaha lahir normal, karena kehabisan ketuban, di SC juga..
      Mudah-mudahan dedek babyinya sist Rizki muter ya..jangan patah semangat nunggingnya, klo perlu ikutan senam hamil, banyak kok yg udah minggu ke-38 berhasil muter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s