Dies Emas ITB

Senin, tanggal 2 Maret 2009 adalah ulang tahun ITB yang ke-50. Untuk sidang terbuka diselenggarakan di Gedung Sabuga ITB, sedangkan Pameran Ipteks dan Seminar Nasional diselenggarakan di kampus ITB.

Pada sidang terbuka, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, beberapa menteri, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wakil Walikota Ayi Vivananda, dan para petinggi TNI.

Repot juga kedatangan tamu-tamu penting ini, karena protokoler yang terlibat banyak, yaitu protokoler ITB, protokoler kepresidenan, protokoler kegubernuran dan protokoleh kotamadya.

Tapi alhamdulillah, kami dapat menyelesaikan tugas kami, walau ada beberapa hal yang menjadi batu kerikil. Yang pasti sih, kaki pegel-pegel karena harus berdiri dari pukul 6.30 – 12.00 WIB.

Wisuda dan Dies

Kamis, 6 Maret 2008, GR Wisuda di Sabuga. GR dimulai jam 08.30 WIB, telat setengah jam dari jadwal. Hari Jum’at, GR khusus untuk protokol terutama yang baru, yang masih belum faham benar posisi dan tugasnya.

Sabtu 7 Maret 2008, tibalah waktunya bertugas.  Bangun pagi-pagi jam  04.00, dengan susah payah membuka mata, karena semalam enggak bisa tidur dan baru tidur sekitar jam 01.00. Akhirnya mata yang ceni ini terbuka, lalu melakukan ritual persiapan dan ‘gak lupa buat sarapan. Jam 06.00 berangkat menuju Sabuga. Jam 07.00 mulai bekerja sampai pukul 12.15

Selama bertugas banyak sekali pengalaman ngeselin tapi harus tetap tersenyum, dan kalau diingat sekarang sih jadinya lucu :). Pengalaman yang menyenangkan…walau harus berdiri +- 5 jam, dan hanya duduk jika Rektor beristirahat.

Esok harinya, walau kaki masih terasa pegal-pegal, aku harus pergi pukul 06.00 pagi untuk mengikuti perlombaan-perlombaan dalam acara dies natalis. Inginnya sih tidur, istirahat, terlebih pagi itu hujan turun, makin membuat malas untuk beranjak dari tempat tidur. Tetapi namaku telah tercatat untuk mewakili unit. Ada rasa bersalah jika tidak hadir. Personil yang menyanggupi ikut perlombaan sangat minim. Tapi dengan semangat dan niat aku mengikuti perlombaan demi perlombaan, walau akhirnya kalah :D. Sungguh tiga hari yang melelahkan, tetapi menyimpan kenangan indah 🙂

nb : Pengennya cerita detail, tapi tugas lagi numpuk…

Protokoler

Hari ini aku menghadiri acara perkenalan untuk protokoler baru. Aku memang menginginkan menjadi seorang tim protokoler, agar aku bisa belajar tampil di depan umum, tidak pemalu lagi, lebih percaya diri dan punya banyak teman. Senang rasanya bisa bergabung disana. Duniaku lebih berwarna, tidak memulu memikirkan pekerjaan yang menumpuk, setidaknya bisa refreshing, tidak di depan komputer terus.

Kebetulan yang masuk tim protokoler ini adalah teman-temanku se-gank, dalam arti lain seangkatan. Untungnya teman-teman seangkatan ini kompak, saling mendukung. Mudah-mudahan kami akan selalu begitu. Kompak dan selalu ceria. Jika bersama mereka, aku merasa menjadi diriku sendiri, bisa lepas dan bebas mengekspresikan diri. Kalau di kantor aku merasa lebih “jaim” karena lingkunganku notabene ibu-ibu dan bapak-bapak. Sedangkan pegawai seusiaku, berbeda gedung, sehingga jarang sekali aku bertemu mereka, hanya pas absen saja.

Ya mudah-mudahan dengan bergabungnya aku di tim protokoler ini, aku bisa lebih mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.